Konteks & Deskripsi Case
PT Langkah Cerdas Indonesia (perusahaan dummy) ingin membuat program pelatihan internal untuk karyawan junior yang sering terlibat dalam pekerjaan operasional berbasis dokumen dan tracking. Program ini diminta “praktis” dan output-driven karena sebelumnya pelatihan cenderung teori dan sulit terlihat dampaknya.
HR sudah menentukan tema besar program: “Work Productivity Essentials” dengan fokus pada peningkatan keterampilan kerja harian yang paling sering memicu masalah operasional. Hasil diskusi dengan user menghasilkan kebutuhan berikut:
Masalah kerja yang ingin ditangani program:
Output kerja sering revisi karena kesalahan format dan input data
Tracking tugas tidak konsisten sehingga status pekerjaan tidak jelas
Banyak pekerjaan melewati SLA karena prioritas tidak tertata
Update progres kurang terdokumentasi, menyulitkan monitoring atasan
Target peserta: karyawan entry–junior level lintas fungsi (admin, CS, finance junior, sales support).
Durasi program: 4 sesi live (masing-masing 90 menit) + 1 tugas mandiri ringan per sesi.
Permintaan khusus manajemen:
Kurikulum harus jelas “evidence” yang dikumpulkan peserta (artefak), bukan hanya daftar materi.
Setiap sesi harus menghasilkan minimal 1 output yang bisa digunakan langsung di pekerjaan.
Format kurikulum harus mudah dipahami oleh trainer/SME untuk proses review.
berdasarkan pemaparan diatas perlu adanya draft kurikulum yang terdiri dari tujuan pembelajaran, struktur sesi program, dan bentuk assesmen/penilaian output. Berikut adalah hasil penyusunannya: