Konteks & Deskripsi Case
PT. Nusantara Retail adalah perusahaan ritel yang sedang memperluas cabangnya. Dalam 6 bulan terakhir, tim HR menemukan adanya penurunan kinerja pada seorang Sales Supervisor bernama Rina Widjaya yang sudah bekerja selama 4 tahun. Rina memimpin tim beranggotakan 7 orang, namun dalam periode Q2–Q3 2025 terdapat sejumlah masalah:
Target penjualan bulanan tidak tercapai 4 kali berturut-turut, dengan rata-rata pencapaian hanya 65% dari target.
Tingkat absensi meningkat: Rina mengambil cuti sakit singkat lebih dari 6 kali dalam 3 bulan tanpa dokumentasi medis lengkap.
Evaluasi kepemimpinan menunjukkan adanya keluhan dari anggota tim tentang komunikasi yang kurang jelas dan arahan kerja yang sering berubah-ubah.
Pelaporan data penjualan sering terlambat masuk, sehingga menghambat analisis manajemen cabang.
Rina sebelumnya sudah mendapat coaching informal dari manajer cabang, namun belum menunjukkan perbaikan berarti. Manajemen memutuskan untuk memberikan kesempatan terakhir melalui Performance Improvement Plan (PIP) selama 3 bulan, agar Rina memiliki rencana perbaikan yang jelas. HR bertugas menyusun dokumen PIP formal dengan menggunakan format perusahaan.
Konteks & Deskripsi Case
PT. Mitra Solusi Logistik menghadapi tekanan biaya operasional karena penurunan volume pengiriman barang. Manajemen memutuskan melakukan efisiensi dengan merampingkan struktur organisasi di beberapa divisi. Salah satu karyawan yang terdampak adalah Andi Prasetyo, yang bekerja sebagai Koordinator Gudang dengan status PKWTT.
Andi telah bekerja selama 8 tahun 2 bulan dengan gaji pokok sebesar Rp6.000.000 per bulan dan tunjangan tetap Rp1.500.000 per bulan. Karena kondisi ini, HR diminta menghitung pesangon yang harus dibayarkan sesuai ketentuan UU Cipta Kerja.
Beberapa tantangan nyata yang muncul:
HR harus memastikan perhitungan mengikuti regulasi agar tidak menimbulkan sengketa ketenagakerjaan.
Karyawan membandingkan pesangon dengan rekan lain, sehingga HR perlu konsisten dalam menggunakan formula.
HR perlu melakukan simulasi alternatif jika masa kerja dibulatkan ke tahun tertentu.
Manajemen ingin tahu proyeksi biaya pesangon bila terjadi PHK untuk karyawan dengan masa kerja serupa.
Konteks & Deskripsi Case
PT. Sinar Teknologi Kreatif merekrut Dewi Anggraini sebagai Content Creator dengan status PKWT untuk mendukung strategi pemasaran digital perusahaan. Kontrak kerja berlangsung selama 2 tahun, namun akan berakhir pada 31 Agustus 2025.
Detail data karyawan:
Nama: Dewi Anggraini
Status: PKWT
Lama Bekerja: 1 tahun 11 bulan
Gaji Pokok: Rp6.500.000/bulan
Tunjangan Tetap: Rp750.000/bulan
Perusahaan mengikuti aturan kompensasi sesuai UU Cipta Kerja.
Masalah nyata yang muncul:
HR harus menghitung kompensasi akhir kontrak secara akurat agar tidak menimbulkan potensi sengketa ketenagakerjaan.
Manajemen ingin tahu estimasi kompensasi bila kontrak dipangkas lebih singkat (misalnya 1 tahun 6 bulan).
Karyawan menuntut transparansi mengenai dasar perhitungan kompensasi sesuai regulasi.