Konteks & Deskripsi Case
PT. Harmoni Nusantara adalah perusahaan jasa dengan divisi utama: Sales, Customer Support, Operations, Engineering, HR, dan Finance. Pada Q3 2025, perusahaan mengalami turnover tertinggi dalam setahun terakhir, mencapai 15.6%.
Analisis data menunjukkan departemen Sales (25.0%) dan Customer Support (17.9%) menjadi penyumbang terbesar. Alasan keluar karyawan didominasi isu kompensasi/insentif, work-life balance, dan pengembangan karier. Data engagement per dimensi juga memperlihatkan skor terendah pada karier dan WLB untuk kedua departemen tersebut.
Manajemen meminta HR untuk segera memberikan analisis dan rekomendasi awal: dimensi engagement mana yang paling krusial diperbaiki, dan strategi praktis apa yang bisa dijalankan dalam jangka pendek (3–6 bulan) maupun jangka menengah (6–12 bulan) untuk menekan turnover.
Konteks & Deskripsi Case
Bantuin.co adalah perusahaan teknologi yang menyediakan layanan digital B2B untuk membantu bisnis mengelola proses dan data secara lebih efisien. Dalam dua kuartal terakhir, jumlah pelamar organik untuk posisi engineering dan product menurun signifikan, meskipun perusahaan sedang agresif melakukan ekspansi dan membuka banyak posisi strategis. Tim HR menilai kampanye employer branding yang dilakukan belum memberikan dampak maksimal. Selain itu, keberhasilan kampanye sulit dievaluasi karena belum ada OKR yang digunakan sebagai kerangka ukur yang jelas dan terstruktur.
Manajemen menetapkan target ambisius untuk 3 bulan ke depan: memperkuat citra perusahaan sebagai employer of choice di industri teknologi digital dan meningkatkan jumlah pelamar organik minimal 30% dibandingkan kuartal sebelumnya. Untuk mencapai target tersebut, HR diminta menyusun OKR yang relevan, terukur, dan sejalan dengan strategi bisnis, sehingga progres dapat dipantau dan disesuaikan secara berkala. OKR yang dibuat diharapkan dapat membantu HR fokus pada prioritas yang berdampak langsung terhadap citra perusahaan di mata talenta digital, sekaligus memberikan arah yang jelas bagi tim untuk bergerak selaras mencapai tujuan.
Konteks & Deskripsi Case
Ioda Academy baru saja meluncurkan program bootcamp intensif selama 3 bulan untuk bidang digital marketing dan data analytics. Program ini ditargetkan untuk menarik peserta profesional muda yang ingin meningkatkan kompetensi dan daya saing di industri digital. Setelah satu bulan berjalan, tim menemukan bahwa tingkat pendaftaran peserta baru masih berada di 70% dari target kuartalan, dan tingkat conversion dari pendaftar ke peserta yang membayar hanya 60%.
Manajemen ingin memastikan strategi pemasaran dan promosi bootcamp ini dapat lebih efektif dalam menjangkau target pasar dan meningkatkan conversion rate. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa tanpa indikator kinerja yang jelas, sulit untuk mengevaluasi efektivitas strategi yang dijalankan dan mengidentifikasi area perbaikan. Untuk itu, tim Performance Management diminta menyusun KPI berbasis metode SMART yang fokus pada peningkatan jumlah peserta baru dan rasio conversion pendaftar menjadi peserta berbayar. KPI ini diharapkan mampu memberikan panduan yang terukur bagi tim pemasaran, sales, dan operasional dalam mencapai target bisnis, serta memudahkan proses evaluasi dan pengambilan keputusan secara berkala.